Pengganti Rockwool Pada Hidroponik

Pengganti Rockwool Pada Hidroponik

Pengganti Rockwool Pada Hidroponik, belakangan, sistem bercocok tanam secara hidroponik semakin digemari masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Sistem bertanam satu ini banyak mengandalkan air sebagai tenaga utamanya. Sistem hidroponik ini sangat digemari karena perawatannya mudah serta tak membutuhkan tanah sehingga cocok diterapkan pada rumah yang sempit sekali pun.

Mengapa Rockwool Adalah Media Semai yang Direkomendasikan?

Rockwool merupakan media tanam yang populer digunakan untuk budidaya tanaman sayuran secara hidroponik. Rockwool sangat baik digunakan untuk pembibitan (media semai) maupun produksi karena sifatnya yang bebas dari patogen. Rockwool juga mampu mengatur keseimbangan kandungan air dan udara.

Alternatif Media Semai Hidroponik Pengganti Rockwool

Adapun alternatif media semai hidroponik selain rockwool antara lain  sebagai berikut:

  1. Cocopeat (Sabut Kelapa)

Tidak hanya rockwool, cocopeat atau pun sabut kelapa juga tergolong media tanam hidroponik terkenal. Cocopeat berdaya serap tinggi sehingga dia sanggup menyimpan air yang banyak dengan tampungan yang kokoh. Dia juga memiliki sebagian zat nutrisi yang diperlukan tumbuhan, seperti halnya magnesium, fosfor, kalsium, kalium, serta natrium.

Kelemahan media tanam satu ini ialah dia kurang baik dalam mengalirkan air. Dengan begitu, air tidak tersebar serta ketersediaan oksigen juga tidak optimal. Untuk mengatasinya, gabungkan cocopeat dengan media tanam lain yang mumpuni dalam perihal drainase air.

  1. Kerikil

Batu kerikil juga dapat jadi alternatif media tanam hidroponik. Dia ahli dalam menyalurkan peredaran unsur hara serta udara, sehingga perkembangan pangkal tumbuhan hidroponik tidak terhambat. Perihal ini disebabkan kerikil memiliki pori- pori berdimensi besar dengan jumlah yang banyak. Walaupun gampang basah, dia juga gampang kering sehingga Anda wajib sering- sering menyiramnya.

Di pasaran kini telah banyak dijual kerikil sintetis spesial sebagai media tanam hidroponik. Wujudnya menyamai batu apung serta berbobot ringan. Kerikil ini mempunyai seluruh keahlian yang tidak dipunyai kerikil biasa, yaitu bersistem drainase baik serta meresap air dengan sempurna sehingga kelembapan tumbuhan senantiasa terpelihara.

  1. Spons

Siapa sangka jika spons juga dapat dijadikan sebagai media tanam, lho! Seperti yang kita ketahui, bahwasannya media tanam ini memiliki keahlian meresap air yang sangat baik. Walaupun ringan, spons dapat berganti bobotnya jadi lebih berat saat diberi air sehingga dapat dijadikan media tanam yang sesuai untuk tanaman.

Media tanam ini mempunyai struktur yang kurang kokoh sehingga spons sangat gampang sirna. Spons sangat tidak dianjurkan sebagai media tanam untuk tumbuhan yang memerlukan waktu berkembang sampai panen yang lama sebab spons tidak sanggup bertahan lama.

Cara Menyemai Dengan Rockwool

Dibawah ini merupakan cara menyemai benih menggunakan rockwool dengan benar:

  • Potong rockwool dengan dimensi 2, 5 x 2, 5 x 2, 5 centimeter.
  • Celupkan rockwool dalam air, setelah itu susun dalam nampan dan beri lubang.
  • Masukkan satu benih ke dalam satu lubang( kangkung= 1 rockwool, 9 benih, 9 lubang).
  • Sirami air tiap pagi, taruh ditempat yang terkena cahaya matahari langsung.
  • Bagikan nutrisi sesudah daun berkembang, umumnya usia 3/ 5 hari.
  • Bibit siap dipindah saat daun telah 4 serta muncul akarnya, umumnya usia 7- 14 hari.

Nah, itulah pengganti rockwool pada hidroponik yang bisa Anda coba gunakan sebagai alternatif untuk media semai maupun media tanam. Semoga Anda terinspirasi dan cocok dengan salah satu media di atas ya! Sekarang sudah banyak dijual media semai maupun media tanam yang bagus dan murah, untuk itu Anda tidak perlu khawatir lagi meskipun tidak punya lahan dan tetap ingin menanam tanaman sendiri di rumah.