Konstruksi Jembatan Ketahui Seluk-beluk Konstruksi Jembatan!

Konstruksi Jembatan – Ketahui Semua Seluk-beluknya

Konstruksi Jembatan – Ketahui Semua Seluk-beluknya – adalah suatu konstruksi yang dibangun untuk menghubungkan 2 jalan yang terputus sebab adanya hambatan seperti aliran sungai, jurang, jalanan yang melintang, lembah yang curam, jalur kereta api, dan lain-lain. Bisa dikatakan bahwa jembatan adalah sarana transportasi yang cukup penting. Adanya jembatan tentunya dapat menyingkat waktu tempuh ke suatu tempat atau wilayah yang terputus tadi.

Dalam pembangunan jembatan dibutuhkan pondasi yang kuat agar dapat menahan seluruh beban jembatan ke dasar tanah. Beberapa instrument yang biasa dipakai dalam pembangunan pondasi jembatan yaitu piezometer, inclinometer, PDA, dan lainnya.

Jenis pondasi yang biasa dipakai untuk konstruksi jembatan:

  • Steel pile 
  • Reinforced concrete pile, 
  • Precast prestressed concrete pile, c
  • Composite piles, 
  • Concrete cast in place. 

Kegunaan & Fungsi Jembatan

Menurut fungsinya, jembatan terbagi menjadi beberapa jenis:

  1. Jembatan Jalan Raya

Seperti namanya, jembatan ini dibangun untuk berbagai macam kendaraan, seperti Jembatan Ampera, Jembatan Suramadu, dan lain-lain

  1. Jembatan Kereta Api

Jembatan ini khusus dibangun untuk menghubungkan jalur kereta api antar kota atau antar pulau.

  1. Jembatan Penyeberangan (Pedestrian Bridge)

Contoh jembatan ini yaitu jembatan yang ada di persimpangan atau di setiap halte busway.

Jenis-jenis Konstruksi Jembatan

Dilihat dari jenis strukturnya, jembatan dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Slab bridge (jembatan slab): elemen struktural horizontal yang digunakan untuk mengirimkan beban statis atau beban hidup ke rangka penyangga vertikal dari sistem struktur.
  • Jembatan pelat berongga: biasanya digunakan untuk pelat beton pra-tekan dengan bentang jembatan yang besar.
  • Jembatan gelagar: ada 3 yaitu gelagar I, gelagar kotak dan gelagar U/V.
  • Jembatan rangka (Truss bridge): batang-batang jembatan disusun dalam bentuk rangka membentuk segitiga. 
  • Jembatan lengkung: jembatan dengan struktur setengah lingkaran dan abutmen di kedua sisinya.
  • Jembatan gantung: sebagai pembawa langsung beban lalu lintas yang melewati jembatan. Semua beban yang melewatinya dipasang oleh sepasang kabel tetap yang mendukung 2 pasang menara dan 2 pasang blok jangkar.
  • Jembatan penahan kabel: menggunakan kabel baja yang kuat untuk menahan semua beban di jembatan.
  • Jembatan kantilever (Cantilever Bridge: dalam sistem ini, gelagar jembatan dicor (prefabrikasi) atau dipasang (prefabrikasi) pada kedua sisinya sebagai kantilever guna menyeimbangkan satu sama lain atau satu sisi dengan penyeimbang balok beton yang diimplementasikan terlebih dahulu.

Elemen-elemen Jembatan

Selain jembatan itu sendiri, tentunya ada elemen yang menjadikannya dapat diseberangi dan aman. Elemen tersebut sedikit diuraikan di bawah ini.

  1. Bearing

Bearing merupakan bantalan yang berguna untuk mengurangi gesekan pada benda yang bergerak linear/ rotasi.

  1. Expansion Joint

Expansion Joint merupakan sambungan yang bersifat flexible sehingga saluran yang disambungkan mempunyai toleransi untuk bergerak.

  1. Span

Bentangan antara 2 intermediate pendukung, material yang dipakai antara lain: beton, baja, kayu, dll.

  1. Trotoar

Jalur untuk pejalan kaki agar pejalan kaki lebih aman dan dapat dilihat jelas oleh pengendara yang lewat. Jalur ini sengaja dibuat lebih tinggi tapi tetap sejajar dengan jalan utama.

  1. Girder

Merupakan struktur atas yang gunanya untuk menyalurkan beban kendaraan.

  1. Balok Diafgrama

Merupakan penyangga dari gelagar-gelagar jembatan yang memanjang, berfungsi sebagai balok penyangga biasa bukan pemikul beban plat lantai.

  1. Abutment

Bawah jembatan yang ada di 2 ujung pilar-pilar jembatan, fungsinya untuk menahan seluruh beban hidup (angin, hujan, kendaraan, dll) dan beban mati ( beban gelagar, dll).

Demikian info tentang konstruksi Jembatan beserta seluk beluknya. Setelah selesai dibangun, konstruksi jembatan masih harus melewati tahap pengujian beban atau load test lho! Hal ini bertujuan untuk mengetahui maksimum beban yang dapat diterima oleh jembatan. Selain itu, jembatan juga harus terus dipantau agar ketika terjadi keretakan maupun pergeseran dapat segera diketahui.