Cara Pemasangan Geotextile

Cara Pemasangan Geotextile

Cara Pemasangan Geotextile – 1. Geotextile harus di gelarkan secara terlepas tanpa keriput atau lipatan terlalu berlebih. Geotextile harus…

Cara Pemasangan Geotextile
Cara Pemasangan Geotextile

Cara Pemasangan Geotextile – 1. Geotextile harus di gelarkan secara terlepas tanpa keriput atau lipatan terlalu berlebih. Geotextile harus di adakan dengan arah mesin tegak lempeng atau sejajar dengan as tumpukan. Arah tegak lempeng dan sejajar mesin harus sama-sama bersimpangan.

Cara Pemasangan Geotextile – Kedua

Pemasangan geotextile tahap kedua. Pada keadaan apa saja, Geotextile jangan di geret lewat lumpur atau di atas benda tajam yang bisa menghancurkan Geotextile. Lapis tumpukan penutup harus di taruh di atas Geotextile sebegitu rupa hingga sekurang minimnya satu susunan dengan tebal 200 mm ada di antara Geotextile dan roda atau roda rantai baja (trek).

Ukuran dan berat dari alat berat harus terbatasi hingga jalur pada penghamparan pertama di atas Geotextile tidak lebih dari 75 mm untuk menghindar pengenduran Geotextile yang terlalu berlebih. Alat berat tidak di bolehkan membelok pada bentangan tumpukan pertama di atas Geotextile. Pecanduan pada bentangan tumpukan pertama di atas Geotextile harus terbatasi cuma untuk alat penebar tanah. Alat pecandu getar jangan di pakai pada bentangan tumpukan pertama.

Ketiga

Pemasangan geotextile tahap ketiga. Gundukan tanah atau sistem berdasar referensi Pabrik harus di pakai untuk meredam Geotextile pada tempatnya sampai bahan tumpukan penutup sudah ditaruh

Baca Juga :

Woven Adalah

Keempat

Pemasangan geotextile tahap keempat. Bila Geotextile robek atau berlubang atau ikatan hancur, seperti di perlihatkan oleh Geotextile yang hancur secara nyata, pemompaan (pumping) tanah dasar, intervensi, atau distorsi tubuh jalan, urugan di sekitar wilayah yang hancur atau berdeformasi harus di bedah dan wilayah yang hancur harus di perbarui oleh Kontraktor tanpa beban ongkos pada Direksi Tugas. Pembaruan harus mencakup satu tambalan Geotextile dengan tipe yang serupa yang di taruh di atas wilayah yang hancur. Tambalan harus di jahit kesemua pinggir.

Kelima

Pemasangan geotextile tahap kelima. Konstruksi tumpukan harus di laksanakan secara simetris selama waktu untuk menahan kehancuran kemampuan daya bantu lokal di bawah tumpukan atau geser lateral atau gelincir tumpukan. Tiap urugan yang di taruh di atas Geotextile harus selekasnya di tebarkan. Gundukan stok tanah urugan di atas Geotextile tidak di bolehkan.

Keenam

Pemasangan geotextile tahap keenam. Pecandu getar atau pecandu kaki domba jangan di pakai untuk memadatkan tumpukan sampai sekurangnya 0,5 m tumpukan sudah tutupi susunan Geotextile terikuth dan sampai sekurangnya 0,3 m tumpukan sudah tutupi susunan Geotextile seterusnya di atas Geotextile terikuth.

Ketujuh

Pemasangan geotextile tahap ketujuh. Geotextile harus di – pratarik saat sebelum penggelaran dengan memakai Sistem 1 atau Sistem 2 yang di terangkan dalam Detail ini. Penyeleksian sistem itu bergantung pada tercipta atau tidak gelombang lumpur sepanjang penghamparan tumpukan pertama atau ke-2 . Bila gelombang lumpur muncul saat tumpukan di dorong pada Geotextile lapis pertama, karena itu Sistem 1 harus di pakai.

Sistem 1 harus di teruskan sampai gelombang lumpur mulai lenyap saat tumpukan di tebarkan. Saat gelombang lumpur tidak tercipta, Sistem 2 bisa di pakai sampai lapis Geotextile paling atas tertutup tumpukan minimal dengan tebal 0,3 m. Sistem konstruksi khusus ini tidak di butuhkan untuk penghamparan tumpukan di atas ketinggian ini.

Bila satu gelombang lumpur tidak tercipta saat tumpukan di dorong pada lapis pertama Geotextile, karena itu Sistem 2 harus di pakai pada awal sampai lapis paling atas Geotextile tertutup tumpukan padat minimal dengan tebal 0,3 m.

Baca Juga :

Non Woven Adalah
Kedelapan – Sistem 1

Pemasangan geotextile tahap kedelapan. Sesudah pembikinan lantai kerja (bila di perlukan), lapis pertama Geotextile di hamparkan dengan arah membentang tumpukan dan di jahit bersama.

Geotextile di regangkan dengan manual untuk memberikan keyakinan jika keriput tidak tercipta pada Geotextile.

Penghamparan tumpukan harus dengan penumpahan ujung (end dumping) dan di tebarkan dari pinggir Geotextile.

Penghamparan pertama kali harus di taruh sejauh pinggir luar Geotextile, untuk mengungkung gelombang lumpur dan membuat jalan akses yang di butuhkan untuk tempatkan tumpukan di tengah-tengah tumpukan.

Lebar jalan akses ini harus sekitaran 5m. Jalan akses di ujung Geotextile harus memiliki tinggi minimal di pasang 0,6 m.

Sesudah jalan akses capai panjang 15 m, penumpukan untuk jalan akses harus terus di laksanakan saat sebelum penumpukan sisi tengah.

Panjang jalan akses ini harus di pertahankan tetap 15 m di muka tumpukan sisi tengah.

Dengan jaga gelombang lumpur ada di muka tumpukan dan dengan menahan gerakan pinggir Geotextile, karena itu Geotextile akan tertarik secara efisien.

Geotextile harus di adakan tidak lebih dari 6m di muka jalan akses untuk menahan berlangsungnya tegangan terlalu berlebih pada jahitan Geotextile.

Kesembilan – Sistem 2

Pemasangan geotextile tahap kesembilan. Sesudah pembikinan lantai kerja (bila diperlukan), lapis pertama Geotextile di hamparkan dengan arah membentang tumpukan dan dijahit bersama sama dalam Sistem 1. Penghamparan pertama tumpukan harus ditebarkan dari pinggir Geotextile. Penghamparan pertama di awali di sisi tengah saat sebelum penghamparan pada bagian pinggir luar.

Geotextile harus diambil dengan manual saat sebelum penghamparan tumpukan. Konstruksi tumpukan harus diteruskan dengan itu untuk penghamparan seterusnya sampai susunan Geotextile paling atas sudah tertutup oleh tumpukan padat dengan tebal 0,3m.

Penutup

Begitu artikel ini kami atur berdasar buku panduan konstruksi dan bangunan Departemen Tugas Umum. Kami sebagai vendor/ jual Geotextile siap menolong Anda untuk penyediaan Geotextile untuk project yang Anda lakukan atau project yang hendak Anda lakukan. Terima kasih, sukses terus.

Kategori

Posts